SMAIT AS-SYIFA JUARA UMUM OLIMPIADE SAINS

SMAIT AS-SYIFA JUARA UMUM OLIMPIADE SAINS

osnPeribahasa tidak salah, hasil itu tergantung proses. Nampak pada raut muka sebagian murid SMAIT Assyifa dan sejumlah guru-guru yang berbeda sumbringah dan bertabur bahagia https://cool-essay-service.com https://cool-essay-service.com https://cool-essay-service.com ketika pengumuman hasil seleksi olimpiade sains tingkat kabupaten diterima. Dan hasilnya sangat menggembirakan bahwa kontingen SMAIT berhasil menjadi juara umum perolehan juara di tingkat kabupaten dari 29 juara dalam 9 bidang studi SMAIT berhasil memperoleh 13 Juara hampir di setiap bidang studi ada juaranya. Perjuangan ini tidak mudah melainkan memerlukan kerja keras dari stakholder yang ada, dari mulai persiapan jauh-jauh hari, pemilihan bibit potensial dan pembinaan yang intensif , selain itu persaingan di kota subang sangat kompetitif diantara 42 SMA di subang yang menjadi juara umum langganan adalah SMAN 1. Tetapi ini sesuai dengan target tahun ini karena tahun kemarin SMAIT menjadi runner-up. Semoga prestasi ini bisa dipertahankan dan dapat memotivasi murid lainnya

Berikut nama-nama perolehan Juara Olimpiade :

NO

NAMA

BIDANG STUDI

JUARA

MURID KELAS

1

FUDHLA HAFIZHAH

MATEMATIKA

II

X

2

HAFIEZH MUHAMMADY

FISIKA

II

X

3

M. FARHAN F.R.Z

FISIKIA

III

XI

4

SALMA SOBARIAH

BIOLOGI

I

XI

5

FAIZ GHIFARI H

KOMPUTER

I

XI

6

M. RIFQI RAHMATULLAH

KOMPUTER

II

XI

7

SYAFIQAH HUSNA

KOMPUTER

III

XI

8

NABILA SHIDQIYA H

ASTRONOMI

I

XI

9

IRFAN IHSANI AKBAR

EKONOMI

III

XI

10

HANIFAH NURUL ZAKKIYA

KEBUMIAN

I

XI

11

HANNANTIA LARASATI

KEBUMIAN

III

XI

12

NAHLA INSANI

GEOGRAFI

I

XI

13

SALSABILA EKA SUCI B

GEOGRAFI

II

X

Mukhoyyam Al-Qur’an SMAIT As-Syifa Al-Khoeriyyah

Alhamdulillah, tahfizh liburan semester ini masih bisa terlaksana dengan lancar. terbukti bahwa capaian mereka ada yang ziyadah 48 halaman selama 3 hari dan muroja’ah 10 juz selama 3 hari.

Kami merasa motivasi siswa untuk mengikuti tahfiz liburan semester ini meningkat, namun liburan mereka tidak mau terpotong banyak, yang awalnya target maksimal tahfiz liburan 6 hari, jadinya sebagian besar hanya 3 hari, yang sampai 5 hari hanya 3 orang, dan tidak ada yang setoran sampai hari keenamnya.

https://rocket-essay.com https://rocket-essay.com https://rocket-essay.com
Peserta yang daftar 40 orang, yang jadi ikut 36 orang, yang mencapai target standar minimal ( ½juz ) ke atas : 18 orang,bahkan ada yang capaiannyacuma 2 halaman. Walau demikian, kami memakluminya karena kemampuan menghafal merekaberbeda-beda, yang penting ada kesadaran sendiri dari diri pribadinya, untuk mengisi waktu liburannya dengan hal yang sangat bermanfaat.

 

Data siswi-siswi SMAIT yang telah mengikuti Program

TahfizhLiburan 2013/2014

 

No

Nama

Capaian

Selama

Keterangan

1

RatuSalsabila

10 Juz

3 hari

Muroja’ah

2

Farah Husnika

2juz+8hlm

3 hari

Ziyadah

3

DifaNurTsaqila

1,5 juz

3 hari

Ziyadah

4

Nabilah Salma Prameswari

1 juz

    3hari

Ziyadah

5

AnandaNuraeni

1 juz

    3hari

Ziyadah

6

ZahrotulUla

1juz

    2hari

Ziyadah

7 ZainabAfifah

1Juz

    5hari

Ziyadah

8 Mahmudah

18 hlmn

    3hari

Ziyadah

9 AzliaIntan

15hlmn

3 hari

Ziyadah

10 AisyahQurrota’ayun

14hlmn

    3 hari

Ziyadah

11 Zalfaa

12 hlmn

     2 hari

Ziyadah

12 AnnisaRamadhani

½ juz

2 hari

Ziyadah

13 LailiRahma

½ juz

    3 hari

Ziyadah

14 AndamDewiFahriUtami

½ juz

    3 hari

Ziyadah

15 ZhafirohRobbaniyyah

½ juz

4 hari

Ziyadah

16 ChansaKamila

½ juz

4hari

Ziyadah

17 BungaRahji

½ juz

    5 hari

Ziyadah

 

18

Maryam Syafiyah

½ juztasmi’ &

 8 hlmnziyadah

 3 hari

Tasmi’ &

Ziyadah

19 Safana Nabila

8 hlmn

3 hari

Ziyadah

20 Farah Fathiya

7,5 hlmn

3 hari

Ziyadah

21 HanifahNurInayah     7 hlmn 2 hari

Ziyadah

22 Nanda Berliana      7 hlmn 4 hari

Ziyadah

23 Nada Indra

6,5hlmn

2 hari

Ziyadah

24 ShafaInayah

6,5 hlmn

3 hari

Ziyadah

25 Rika HasnaSa’adah

6 hlmn

3hari

Ziyadah

26 Nina Sakinah

6 hlmn

4 hari

Ziyadah

27 FaridahAprilia

6 hlmn

4hari

Ziyadah

28 Fakhira Zahra

5,5 hlmn

3 hari

Ziyadah

29 ZulfaTazkiatulFuadah

5 hlmn

2 hari

Ziyadah

30 FathiaMultazam

5 hlmn

2 hari

Ziyadah

31 FebriniKhairunnisa

4,5 hlmn

2 hari

Ziyadah

32 Monika Indah Sari

4 hlmn

2 hari

Ziyadah

33 AqilaNurLarasati

4 hlmn

3 hari

Ziyadah

34 Hamidah Al Wafa

4 hlmn

2 hari

Ziyadah

35 Syaima M.H

2 hlmn

2 hari

Ziyadah

36 Seruni

2 hlmn

2 hari

Ziyadah

 

Tiga Ujian Bagi Kemdikbud

Tiga Ujian Bagi Kemdikbud

Tiga ujian nasional untuk tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP dan SMA baru saja usai. Para siswa dan orang tua pun tinggal menunggu hasilnya yang akan disampaikan beberapa waktu lagi. Dengan harap-harap cemas, mereka pun setia menanti kabar dari pihak sekolah, meskipun tak sedikit juga yang langsung meluapkan kegembiraan karena “merasa” yakin akan lulus.  Disisi lain tak hanya siswa yang melaksanakan ujian, namun khusus untuk tahun ini tiga ujian juga harus dijalani oleh pihak Kemdikibud.

https://buypresentation.com https://buypresentation.com https://buypresentation.com
Ujian pertama yang harus dijalani oleh Kemdikbud yaitu tentang carut marutnya pelaksanaan ujian nasional. Ditengah banyaknya persoalan yang terjadi selama pelaksanaan UN seperti kasus kebocoran soal, mencontek massal, kualitas kertas soal yang buruk hingga penundaan pelaksanaan UN yang harus dialami oleh siswa SMA di sebelas propinsi, Kemdikbud harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa mempertahankan UN adalah kebijakan yang tepat. Dalam hal ini Kemdikbud dituntut untuk membuktikan bahwa UN dapat meningkatkan kualitas pendidikan sembari mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan dan menjamin kesalahan serupa tidak terulang tahun depan.

Ujian kedua adalah tentang rencana pemberlakukan kurikulum baru yang akan diterapkan mulai tahun ini. Pada ujian yang kedua ini Kemdikbud harus mampu menjelaskan kepada masyarakat khususnya kalangan pendidik bahwa perubahan kurikulum adalah suatu keniscayaan. Dalam hal ini Kemdikbud dituntut untuk dapat meyakinkan masyarakat bahwa permasalahan pendidikan benar-benar terletak pada kurikulum yang berlaku disemua jenjang pendidikan dan bukannya pada faktor guru maupun sara pendidikan. Padahal seyogyanya, berhasil atau tidaknya pelaksanaan kurikulum pendidikan akan sangat ditentukan oleh kualitas pendidik dan sarana pembelajaran. Oleh karena itu hendaknya pihak Kemdikbud mampu menyampaikan laporan evaluasinya secara objektif dan menyeluruh kepada masyarakat.

Ujian ketiga yang harus dijalani oleh Kemdikbud adalah tentang penggunaan data Dapodik ( Data Pokok Pendidikan ) yang akan sangat bermanfaat dalam membangun sebuah database pendidikan sebagai sumber informasi tentang kondisi objektif pendidik dan peserta didik. Dalam hal ini Kemdikbud  harus mampu membuktikan bahwa penggunaan Dapodik ini tidak bertujuan untuk “menjegal” guru-guru untuk mencairkan tunjangan profesi karena realita dilapangan menunjukkan tidak sedikit guru yang harus gigit jari karena tidak dapat mencairkan tunjangan profesinya hanya karena belum mengisi atau melengkapi data dalam Dapodik.

Ketiga ujian diatas tentunya harus mampu dijalani oleh Kemdikbud dengan baik. Dalam hal ini Kemdikbud harus mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa ketiga program yang dilaksanakan diatas benar-benar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan ditanah air, dan bukan sebaliknya. Dengan begitu, penolakan yang selama ini disuarakan oleh berbagai pihak lambat laun akan berkurang, bahkan mungkin berbalik menjadi mendukung program-program pemerintah. Tanpa dukungan masyarakat, khususnya kalangan pendidikan, semua program yang dilaksanakan oleh pemerintah mustahil dapat terlaksana dengan baik.

 

Sumber :  www.pancingkehidupan.com

Menciptakan Sekolah Ramah Anak

Menciptakan Sekolah Ramah Anak

KELASBelum selesai kasus yang menimpa salah seorang siwi SMAN 22 Jakarta yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum wakil kepala sekolah tersebut, kini wajah dunia pendidikan kembali tercoreng dengan ulah oknum https://termpaper4you.com https://termpaper4you.com https://termpaper4you.com kepala sekolah SMKN 4 Bandung yang melakukan perbuatan yang sama kepada muridnya. Kejadian yang menimpa siswi sekolah tersebut tentu saja mengakibatkan trauma yang mendalam dalam diri para korban. Kepala sekolah yang sejatinya dianggap sebagai panutan di sekolah malah mencelakakan anak didiknya dengan merusak masa depan mereka.

Tak ayal, hujatan dan makian pun datang dari masyarakat, khususnya dari para orang tua yang anaknya menjadi korban. Kejadian ini tentu saja meluluhlantahkan kepercayaan yang diberikan oleh orang tua kepada pihak sekolah. Parahnya lagi, pihak sekolah yang bermasalah seolah berusaha menutupi kasus ini dengan menawarkan jalan “damai” kepada keluarga korban karena khawatir nama sekolah akan menjadi buruk dimata masyarakat.

Kasus kekerasan yang menimpa anak ini sebetulnya bukan hal yang baru. Komnas Perlindungan Anak mencatat, tahun 2011 ada 2.509 kasus kekerasan, 59 persen di antaranya adalah kekerasan seksual. Sementara tahun 2012 terdapat 2.637 kasus, 62 persen di antaranya adalah kekerasan seksual. Jumlah tersebut tentu saja tidak mencerminkan angka yang sebenarnya mengingat banyak juga orang tua yang enggan melapor karena takut akan adanya intimidasi dari pihak pelaku maupun karena adanya “kompensasi” yang diberikan oleh sekolah kepada korban sebagai hadiah tutup mulut.

Tingginya angka kekerasan terhadap anak ini tak terlepas dari vonis hukuman bagi pelaku yang dinilai terlalu ringan. Hukuman yang berlaku saat ini dinilai tidak mampu membuat efek jera bagi para pelaku. Hal ini tercermin dari banyaknya pelaku yang melakukan tindak kekerasan fisik maupun kekerasan seksual dengan jumlah korban lebih dari seorang didalam satu sekolah.

Untuk mencegah terjadinya hal serupa dimasa yang akan datang, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, mendorong DPR untuk membuat atau merubah undang-undang yang bisa memberikan efek jera bagi para pelaku kekerasan dengan cara memperberat vonis dari yang berlaku saat ini. Kedua, diperlukan peran yang lebih dari pengawas dan juga Komite Sekolah dalam memantau semua permasalahan yang terjadi di lapangan. Pengalaman menunjukkan, Komite Sekolah biasanya hadir menghadiri rapat dengan orang tua hanya ketika akan membicarakan kenaikan SPP maupun ketika membutuhkan bantuan untuk membangun gedung sekolah.

Ketiga, diperlukan kepedulian yang tinggi dari guru-guru lain jika ternyata ada rekannya yang melakukan perbuatan yang menyimpang disekolah. Hal ini dikarenakan tak sedikit guru yang bersifat passif atau cari aman ketika mengetahui rekannya melakukan penyimpangan, terlebih lagi jika yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang yang mempunyai kedudukan tertentu disekolah.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan kedepan Sekolah Ramah Anak tak hanya menjadi slogan semata, namun benar-benar menjadi kenyataan. Dengan begitu, sekolah pun akan benar-benar menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak untuk menuntut ilmu dan juga bermain.

Sumber : www.pancingkehidupan.com

Makna Evaluasi Pendidikan

Makna Evaluasi Pendidikan

Salah satu bentuk evaluasi hasil belajar siswa untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA, yaitu Ujian Nasional baru saja dilaksanakan. Seperti kita ketahui, pemerintah menetapkan nilai ujian nasional sebagai salah satu faktor yang menentukan kelulusan peserta didik disamping nilai dari sekolah. Artinya, siswa yang nilai UN nya jeblok sudah bisa dipastikan tidak dapat dinyatakan lulus meskipun nilai raport ataupun nilai ujian sekolahnya tinggi. Tak heran jika banyak pihak mengangap UN layaknya https://termpaper4me.net https://termpaper4me.net https://termpaper4me.net taruhan, mengingat peluang yang dimiliki oleh siswa jika UN dilaksanakan dengan jujur adalah fifty-fifty.

Akibatnya, Ujian Nasional tak ubahnya sebuah arena pertandingan yang mempertontonkan pertarungan antara pemerintah melawan pihak sekolah. Dengan “jurus” soal UN yang disusun sebanyak 20 paket pemerintah terkesan ingin “menjegal” para peserta didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Disisi lain, nampaknya pihak sekolah pun tidak mau sampai kehilangan muka jika ada peserta didiknya yang sampai tidak lulus UN. Berbekal “pengalaman” dan “penguasaan” medan, nampaknya sekolah selalu mempunyai celah untuk melakukan “penyelamatan”.

Sejatinya evaluasi pendidikan bertujuan untuk menilai apakah program pembelajaran yang tengah dilakukan sudah berjalan dengan baik atau tidak, bukannya untuk menjegal maupun menyelamatkan peserta didik. Dengan begitu, evaluasi yang dilakukan akan benar-benar memiliki makna. Bagi peserta didik, hasil evaluasi yang objektif akan memberikan informasi tentang sejauh mana mereka sudah menguasai materi pelajaran, bab-bab atau pelajaran – pelajaran manakah yang masih harus mereka perdalam. Bagi tenaga pendidik, evaluasi yang dilakukan akan memberikan gambaran tentang kompetensi yang dimiliki siswa sekaligus memberikan feed back bagi guru yang bersangkutan dalam memperbaiki metode maupun strategi pmbelajaran yang selama ini digunakan.

Adapun bagi dinas terkait dalam hal ini Kemdikbud, hasil evaluasi yang objektif hendaknya menjadi informasi yang berharga tentang sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam bidang pendidikan melalui program-programnya sekaligus masukan untuk memperbaiki program-program yang selama ini dianggap masih memiliki kekurangan. Berdasarkan penjelasan diatas, sudah seharusnya kita memandang evaluasi sebagai suatu upaya dalam rangka melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dan bukan sebaliknya malah menjadi momok yang menakutkan, khususnya bagi peserta didik.

Disamping itu, diperlukan kelapangan dada dari semua pihak, khususnya pihak sekolah dan pemerintah dalam menerima berbagai masukan dari masyarakat, khususnya para tenaga pendidik yang memang tahu persis kondisi di lapangan. Dengan begitu kita berharap tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan dalam undang-undang dapat tercapai dengan baik, yaitu membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Sumber : www.pancingkehidupan.com