Pemuda Harus Tebar Virus Perdamaian

Pemuda Harus Tebar Virus Perdamaian

 Aan Kurniawan Saputra Ka.Dept. INFOKOM KAMMI IAIN Raden Intan Lampung

Aan Kurniawan Saputra
Ka.Dept. INFOKOM KAMMI IAIN Raden Intan Lampung

https://bestpaperwrirters.net https://bestpaperwrirters.net https://bestpaperwrirters.net
Islamedia – Berkaca dari berbagai realita yang terjadi di masyarakat saat ini terjadi sebuah persengketaan yang sejatinya tak perlu diperdebatan. Perdebatan yang bukan terorganisir dalam sebuah lomba debat tetapi perdebatan yang didasari ego dan nafsu belaka. Indonesia merupakan negara multikultural dimana semua warganya bebas dalam menentukan keyakinannya. Inilah yang menjadikan semua organisasi dapat tumbuh subur di Indonesia.

Indonesia mempunyai ciri khas beragam adat dan budaya. Jika hari ini pemerintah tidak pandai mengelola dan mengorganisirnya maka ini bisa menjadi potensi konflik. Begitupun sebaliknya jika pemerintah pandai mengorganisirnya maka ini akan menjadi potensi yang indah dan menjadi ciri khusus negara Indonesia.

Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri, menurut DR.Yusuf Qardhawi ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas.Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo. Oleh karena itu pemuda memiliki taring dan ujung tombak pembangunan serta perkembangan Indonesia menuju lebih gemilang.

Pada masa abad zaman teknologi ini, Pemuda mulai dilenakan dengan pergaulan-pergaulan yang tak semestinya dilakukan. Pemuda lebih memilih duduk diam bermain internet daripada gotong royong. Pemuda lebih memilih bermain game online ketimbang harus berorganisasi. Pemuda memilih harus pulang kampung ketimbang mengurusi permasalahan dunia kampus yang carut marut. lalu apa yang bisa dibanggakan dari seorang pemuda ?

Menelisik konflik-konflik yang erjadi di daerah-daerah di Indonesia kebanyakan di gawangi oleh pemuda. Pemuda yang mengedepankan ego dan gengsinya, Pemuda hanya berfikir sempit tanpa memikirkan akan sebuah akibat yang akan dilakukaknya. Seolah-olah tak ada lagi nilai-nilai semangat yang terorganisir dalam bingkai perdamaian. Pemuda haruslah kaya dengan sebuah karya, semangat, dan energiknya. Pemuda memiliki peranan penting dalam sebuah masyarakat, dibalik pemikirannya yang kreatif dan kritis.

Pemuda menjadi tonggak dimana untuk berkaca akan jadi apa Indonesia kedepan adalah melihat bagaimana pemuda hari ini. dalam konteks perdamaian pemuda haruslah mengambil bagian terdepan. Tidak bisa seorang pemuda hanya mengandalkan ototnya yang besar dan suaranya yang lantang. Tetapi pemuda harus menularkan pemikiran kritisnya untuk menjadikan masyarakat hidup secara damai. Itulah yang diemban pemuda hari ini, menjadi bagian penengah dan icon serta tolak ukur bagaimana Indonesia dimasa yang akan datang.

Aan Kurniawan Saputra
Ka.Dept. INFOKOM KAMMI IAIN Raden Intan Lampung
Jilbab Bukan Sekedar Fashion, Inilah Penjelasanya

Jilbab Bukan Sekedar Fashion, Inilah Penjelasanya

islamedia-co-jilbabIslamedia.co – Banyak yang bertanya mengapa jilbab harus sesuai syariat, bukan sekedar Fashion, inilah Jawabanya.

1. Mengapa jilbab harus sesuai syari’at?
https://bestpaperwrirters.com https://bestpaperwrirters.com https://bestpaperwrirters.com
Karena jilbab adalah perintah Allah, dan seharusnyalah kita berjilbab karena Allah dan sesuai yang dituntunkan Rasulullah.

2. Mengapa jilbab harus sesuai syari at?
Karena jika tidak, kita cenderung mengikuti aturan nafsu kita sehingga jauh dari batasan-batasan syar’i

3. Mengapa jilbab harus sesuai syari at?
Karena jika tidak, dia tidak akan berfungsi sesuai yang Allah inginkan

4. Mengapa jilbab harus sesuai sesuai syariat?
Karena jika tidak, dia tidak akan memberikan manfaat bagi yang memakai maupun yang memandangnya

5. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena jika tidak, maka bisa menjerumuskan si pemakai kejurang penyesalan yang sangat besar diakhirat yaitu neraka

6. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena dia adalah syiar atau dakwah islam

7. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena jilbab adalah identitas muslimah agar mudah dikenal

8. Mengapa jilbab harus sesuai syariat ?
Karena dengan sesuai syariat hati lebih tenang, lebih dekat kepada Allah

9. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena dengan jilbab sesuai syariat lebih praktis dan mudah sholat di mana saja(ketika dlm shafar) karena aurat wanita ketika sholat = aurat wanita keluar rumah atau jika berada dilingkungan yang disitu ada lelaki non mahrom.

10. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena dengan jilbab yang sesuai syariat maka lebih terlindung, nyaman dan sejuk, karena jika cara memakai jilbab bikin gerah harus dikoreksi mungkin terlalu kecil atau ketat?…

11. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena jilbab bukan sekedar mode fashion atau inoveishion(inovasi veil fashion) tapi dia justru berfungsi menutupi keindahan/perhiasan wanita muslimah itu sendiri.

12. Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Karena dia cocok sepanjang zaman, sepanjang musim, fi kulli makan(dimanapun berada)

13.Mengapa jilbab harus sesuai syariat?
Masih banyak alasan lain yang bisa saudara saudariku seiman yang ingin sampaikan..

14. Lantas seperti apa jilbab yang sesuai syari at?
Ialah seperti dalam firman Allah QS Al Ahzab 59 :

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Juga dalam firman Allah QS An Nuur 31:

…”Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,..”

Juga dalam hadits Rasulullah :

“Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih). Khusus dalam hadits ini semoga kita kaum muslimah tidak termasuk didalamnya, berjilbab tapi telanjang naudubillahimindzalik.

15. Lantas bagaimana kriteria jilbab sesuai syari’at?

Yaitu jika dan hanya jika:
1. Menutup seluruh badan selain bagian yang dikecualikan(muka dan telapak tangan)
2. Tidak dijadikan perhiasan
3. Jilbab itu harus tebal tidak tipis
4. Jilbab harus longgar, tidak ketat
5. Tidak dibubuhi parfum atau minyak wangi
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
8. Tidak berupa pakaian Syuhrah(sensasi) baik itu terlalu mewah karena mahal ataupun terlalu murahan yang dipakai untuk menunjukkan sikap zuhud dan dilakukan atas dasar riya’
16. Semoga kita semua termasuk muslimah ataupun kaum lelaki yang mempunyai tanggung jawab terhadap wanita muslimah (ayah, suami, kakak laki-laki, paman, kakek dll) yang bersegera memenuhi perintahNya “Sur’atul istijabah” terutama kewajiban berbusana muslimah sesuai syariat.

Wallahu a’lam bishawwab

Anindya Sugiyarto

Maraji’ :
1. Kriteria Busana Muslimah : Muhammad Nashiruddin Al Albani,
2. Notes “Aku Tak Rela Kau Kenakan Jilbab Tipis Itu” Anindya Sugiyarto
3. Majalah Ummi

 Sumber: www.islamedia.co
Perempuan dan Masa Depan Bangsa Indonesia

Perempuan dan Masa Depan Bangsa Indonesia

islamedia-co-ibu-anak-umahatIslamedia.co – Memperingati peringatan hari kartini sejatinya kita harus membahas ulang tentang judul buku yang beliau tulis “Dari https://thesamedayessay.com https://thesamedayessay.com https://thesamedayessay.com Gelap Terbitlah Terang” judul yang penuh makna tersebut konon diambil dari QS.Baqarah 256, dari kalimat minadzhulamaati ilannuur, Dia (Allah) mengeluarkan mereka (manusia) dari kegelapan menuju cahaya (iman). Sejauh ini belum ada tulisan yang mencoba mengaitkan secara khusus dan detail tema buku tersebut dengan Al Quran. Akan tetapi yang pasti, tulisan Kartini tentang nasib perempuan di negeri ini telah menjadikan kebangkitan perempuan tentang posisinya dalam kehidupan private dan public.Dengan demikian, apabila orientasi Kartini adalah QS Al Baqarah maka boleh jadi Kartini adalah sosok yang sangat religius. Ketidaksetujuan Kartini terhadap budaya yang menjadikan perempuan sebagai pelengkap kehidupan boleh jadi didorong oleh semangat Islam amar ma’ruf nahi mungkar.Terlepas itu semua, yang jelas Kartini telah berjasa menjadikan perempuan Indonesia memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, tentu dapat dibayangkan apabila Kartini tidak menyerukan mungkin saja nasib perempuan Indonesia tidak seperti saat ini.Yang jelas, kebangkitan sejati perempuan, apabila menyadari harmonisasi perempuan atau ibu dengan asas kehidupan utama, yakni moralitas. Ibu dan moralitas adalah harmoni kehidupan yang apik, ibu adalah penyambung kehidupan, sementara moralitas adalah penyelamat kehidupan. Dan, pemilik kehidupan Tuhan Semesta Alam, akan selalu melihat bagaimana setiap insan berperilaku secara bijak terhadap ibu dan moralitas. Karenanya keduanya adalah jalan bebas hambatan menuju surga. Seperti dalam sebuah hadist, “Surga dibawah telapak kaki Ibu”.Kekuatan ibu dan moralitaslah yang telah juga melahirkan kebaikan, keberhasilan, ketangguhan kehidupan sebuah bangsa. Ingatlah bangsa yang besar sangat tergantung bagaimana ibu membesarkan anaknya, sehingga tepatlah ungkapan yang mengatakan : al-Mar’ah ‘imad al-Bilad. Idza shaluhat shulahat al-Bilad wa idza fasadat fasadat al-Bilad” (Perempuan itu tiangnya negara. Apabila ia baik, maka baiklah negaranya. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah negara Itu. Ungkapan tersebut merupakan poros utama kehidupan manusia yakni ibu dan moralitas. “Ibu adalah madrasah atau sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Sehingga, ibu sangat menentukan kemajuan bangsa.

Persoalan utamanya adalah kesenjangan dalam akses pendidikan untuk ibu dan perempuan. Banyak ibu-ibu yang pendidikannya rendah, oleh karena itu perannya dalam mendidik anaknya sejak dini sangatlah terbatas. Keterbatasan inilah yang menjadi keprihatinan kita dalam nasib perempuan di negeri ini.

Apatah lagi, bila kita ingin menegakkan idealisme Islam tentang perempuan tentu lebih berat lagi. Karena akan membutuhkan internalisasi keislaman yang massif. Dan internalisasi nilai-nilai Islam hanya dapat dilakukan manakala pendidikan memberikan ruang dan waktu yang tepat bagi kaum muslim untuk belajar dan tumbuh sesuai fithrah Islam. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan pendidikan negara-negara muslim termasuk Indonesia jangan sampai bertabrakan dengan fithrah Islam. Indonesia hanya akan maju bila menjadikan Islam sebagai inspirasi utama dalam setiap langkahnya. Ini yang perlu disadari, karena waktu telah menunjukkan bahwa memajukan Indonesia dengan jalan menihilkan Islam justru telah menunjukkan arah yang kontra produktif, misalnya ketika Orba menjalankan kebijakan asas tunggal Pancasila, yang terjadi adalah konflik terbuka atau terselubung antara Islam dan negara.

Demikian juga ketika Orla membuka hanya pada satu kelompok Islam sementara memusuhi kelompok Islam yang lain, juga berujung pada konflik. Untuk itu perlu disadari hubungan Islam dan negara, perlu memberikan ruang yang luas bagi Islam untuk menemukan jatidirinya. Tanpa perlu dicurigai sebagai usaha yang radikal, subversif, anti demokrasi dsb. Stigma-stigma yang memang telah tertanam lama dalam pola pandang sebagian elit di Indonesia terhadap Islam, khususnya terhadap Islam politik.

Untuk itu, para pendidik, para politisi, para birokrat perlu mengkaji ulang bagaimana pendidikan karakter dalam kebijakan pendidikan saat ini. Apakah politik pendidikan Indonesia, memberikan ruang yang luas atau terbatas bagi pendidikan Islam? Kalau memberikan ruang yang luas ternyata belum menunjukkan hasil yang maksimal, tentu perlu mengkaji apakah pelaksana pendidikan telah memiliki bekal yang cukup untuk memberikan pendidikan berkarakter? Karena bagaimanapun nilai Islam adalah ideal dan universal seperti yang telah dibuktikan di sebagian negara-negara Barat. Untuk itu, kesadaran bahwa Islam adalah solusi bagi Indonesia, perlu disosialisasikan sekaligus dibuktikan. Sehingga masyarakat merasa tenang dan tentram bersama Islam, bukan sebaliknya merasa takut dan tertekan. Untuk itu jalinan silaturahim elit Islam ke seluruh kelompok dan golongan adalah upaya kongkrit yang terus harus dilakukan agar Islam menjadi solusi di Indonesia.

Maka dari itu, tidak salah bila kita mengembalikan semangat Kartini, maka sejatinya kita membahas tentang arti penting Islam bagi Indonesia. Islam adalah berkah untuk Indonesia. Menganggap Islam bukanlah sesuatu yang utama di Indonesia adalah pandangan utopis dan tidak mengerti sejarah Indonesia.

Oleh karenanya, kearifan para pemimpin negeri ini untuk memuliakan perempuan sangat tergantung bagaimana sikap mereka terhadap perkembangan moralitas bangsa ini secara umum. Peran perempuan tidak harus dihitung bagaimana peran perempuan dalam sector public, berapa jumlah politisi perempuan di lembaga legislative? Berapa jumlah pejabat politik dan karir dalam pemerintahan ? Dan pertanyaan lain yang berkisar tentang kuantifikasi.

Memang peningkatan kuantitas perempuan dalam sector public adalah penting. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebijakan yang ada, dapat meningkatkan kapasitas perempuan dalam meningkatkan kapasitas manusia Indonesia menjadi manusia yang sanggup bersaing dengan bangsa lain. Hal ini saya kira jauh lebih penting ketimbang membicarakan kuantitas peran perempuan di sector public.

Kita adalah bangsa besar yang membutuhkan manusia yang kokoh dan mandiri agar mampu bersaing pada abad-abad mendatang. Dengan kondisi saat ini, telah terjadi persaingan yang kuat antara negara, baik di tingkat regional atau internasional, sangat miris jika kita hanya menjadi pelengkap dalam silang dunia, meskipun secara geografis, posisi indonesia sangat strategis.

Kesadaran nasib bangsa kita ke depan, sangat ditentukan dengan cara pandang dan sikap kita pada kaum perempuan dan ibu yang menjadi pencetak generasi mendatang. Apabila ibu dan perempuannya lemah baik dari sisi moralitas, dan pendidikan maka masa depan bangsa ini akan suram. Namun sebaliknya bila ibu dan kaum perempuannya kokoh dan mandiri maka optimisme masa depan bangsa adalah sesuatu yang nyata.

Dengan demikian sudah saatnya, kita semua berpikir jernih agar perempuan mendapatkan hak-haknya secara penuh, sehingga mereka mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang kuat di masa mendatang. Agar kita tidak menyesal di kemudian hari nanti. Wallahu’alam

Dra. Hj. Herlini Amran, MA
sumber: www.islamedia.co
“May Day”, Gubernur Aher Himbau Perusahaan Wajib Liburkan Karyawan

“May Day”, Gubernur Aher Himbau Perusahaan Wajib Liburkan Karyawan

Aher dengan Buruh

Aher dengan Buruh

Islamedia.co – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau para buruh menggelar kegiatan https://onedayessays.com https://onedayessays.com https://onedayessays.com positif dalam memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) 1 Mei 2014. Pemerintah sendiri menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

“Kita imbau para buruh melakukan kegiatan positif, seperti kegiatan syukuran, bakti sosial, hiburan, dan lainnya. Ya dengan catatan acaranya dikemas dengan baik tanpa gangguan keamanan apapun,” jelas Heryawan, Selasa (29/4/2014).

Pria yang akrab disapa Aher ini mengintruksikan kepada seluruh perusahaan untuk meliburkan para pekerjannya. Dia juga mengancam akan memberikan sanksi jika perusahaan tersebut tetap membandel.

“Jika ada yang melanggar tentu ada sanksi,” jelas Aher.

Aher enggan menyebut apa sanksi yang akan diberikan kepada perusahaan yang masih mempekerjakan karyawannya di hari libur nasional. Dia berharap agar perusahaan tersebut mentaati peraturan.

“Kalau urusan sanksi itu belakangan. Yang jelas semua perusahaan harus libur. Kasih kesempatan karyawan dan pekerja untuk merayakan Hari Buruh Internasional,” tutup Aher. [inilah/YL/Islamedia]

Sumber: www.islamedia.co