IMG-20141008-WA0002

Bismillah,

Setelah beberapa hari yang lalu kami menceritakan  tentang https://pay4essay.net https://pay4essay.net https://pay4essay.net Outing Siswi SMAIT AsSyifa sekarang kami dari BEM akan menceritakan tentang Islamic Youth Camp (IYC). Tepat setelah Outing Siswi SMAIT AsSyifa, bidang kemuridan bekerja sama dengan BEM khususnya Divisi Bahasa, mengadakan  Islamic Youth Camp untuk pertama kalinya. Tidak seperti Outing, kali ini peserta IYC hanya dari siswa kelas 10. Tanggal 7 hingga 9 Oktober 2014 adalah waktu dilaksanakannya IYC bagi siswi SMAIT AsSyifa. Selama 3 hari, siswi bermukim di Capolaga,Subang.

Nah, ketika pelaksanaan IYC, terdapat satu peraturan utama, yaitu: Semua Peserta dan Panitia WAJIB menggunakan English Language dan Lughoh Arobiyah. Hari pertama dimulai dengan Talkshow with Mrs. Erika seorang guru asal Colorado yang akan menetap di Indonesia selama 2 tahun karena pekerjaan beliau. Setelah itu kami bermain Tongue Twister yang kemudian yang masing-masing kelompok harus membuat kalimat Tongue Twister  menggunakan  English Language dan Lughoh Arobiyah (peserta dikelompokkan berdasarkan kamar). Pada malam harinya, siswi menampilkan drama dan nasyid.

Jangan lupakan Halaqoh Bahasa, yang mana masing-masing kamar akan diberikan kosakata Bahasa Inggris dan Bahasa Arab per harinya yang jika ditotalkan dalam 3 hari siswi  mendapat 80 kosakata baru. Masing-masing kelompok memiliki tutor yang akan mendiktekan kosakata tersebut. Pada hari kedua siswi melakukan hiking. Pada pos 1 siswi harus menyocokkan kosakata arab dengan kosakata inggris, lalu terdapat pos yang mengharuskan siswi berbasah-basahan ria, dimana siswi disuruh menampilkan yel-yel di depan air terjun. Lalu terdapat pula pos Ilmu Pengetahuan umum daln lain sebagainya. Sore harinya siswi mengikuti kompetisiterdapat 4 kompetisi seperti Gesture, Spelling Bee, Scrabble dan Running Dictation, tiap kelompok harus mengirim 2 perwakilan berbeda untuk lomba-lomba  tersebut.

Lalu di malam terakhir perwakilan kelompok harus ber-storytelling ria dalm bahasa inggris tentunya sembari diselingi dengan pembacaan puisi dalam bahasa inggris dan juga panitia yang membagikan makanan ringan berupa gorengan buatan ustadzah tercinta. Oh ya! juga penampilan saman dadakan dari peserta IYC dan ucapan terimakasih teruntuk panitia yang telah mempersiapkan semuanya. Hingga tibalah di hari terakhir, ada kompetisi ada juara, bukan? Pada hari terakhir inilah juara-juara dalam tiap kompetisi dumumkan sepaket dengan hadiah yang diberikan tentunya. Kemudian para siswi pulang dan kembali melakukan kegiatan sehari-hari di AsSyifa Boarding School.

IYC yang tujuan utamanya adalah menambah pengetahuan siswi SMAIT AsSyifa khususnya pada bidang bahasa, mengingatkan pada sepenggal kisah Zaid bin Tsabit, Zaid kecil yang kala itu menginginkan agar dapat ikut berperang namun tidak diperbolehkan oleh Rasulullah SAW karena umurnya yang terlampau muda. Lalu apa yang Zaid kecil lakukan? Tidak! Zaid tidak menyerah lantas marah pada situasi, yang ia lakukan adalah, bertanya pada ibunya “Apa kelebihan yang kumiliki?

Dan barangkali banyak dari kita yang telah mengetahui kelebihan Zaid bin Tsabit, kecerdasan. Hingga di suatu waktu Rasulullah meminta Zaid untuk mempelajari bahasa Ibrani dan ia menguasainya dalam waktu singkat hingga Zaid mengurus urusan kenegaraan, menulis dan menerjemahkan surat. Begitu pula ketika Rasul meminta Zaid mempelajari bahasa Siryani yang (lagi-lagi) dikusainya dalam waktu yang singkat. Hingga beliau diangkat menjadi sekretaris negara dengan usia yang masih muda.

Begitulah kisah Zaid yang kita lebih mengenalnya bukan sebagai panglima.Tapi kita mengenalnya sebagai samudra ilmu yang mencatat ayat Quran dan dapat menguasai bahasa asing dalam waktu singkat.