Di suatu siang yang terik, saat matahari tepat di atas ubun-ubun, sebuah mobil truck dan pick up berwarna hijau gelap khas mobil tentara memasuki gerbang assyifa. Dua mobil itu berhenti di area SMAIT, tepat di dekat segerombolan siswa berjas abu-abu yang sedang berbaris. Tak lamakemudian, para siswa tersebut menaiki mobil. Pergi ke suatu tempat.

Sudah menjadi agenda rutin selama dua tahun terakhir, SMAIT As Syifa mengirimkan siswa-siswi pilihanya untuk mengikuti https://whale-essay.com https://whale-essay.com https://whale-essay.com pelatihan Bela Negara di Yonif 312/Kala Hitam yang berlokasi di Kelurahan Dangdeur, Kabupaten Subang. Pada tahun ini, peserta kegiatan berjumlah 77 orang. Terdiri dari 37 orang siswa dan 40 orang siswi yang dipilih dari pengurus BEM, komisi kedisiplinan angkatan, dan anggota Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (17-19/10/14) ini dilaksanakan oleh Kemuridan SMAIT dengan tujuan agar bertambahnya kualitas pengurus dalam melaksanakan kewajibanya.

“saya berharap sekembalinya dari sini, kalian berani menegur dan mengingatkan murid yang salah. Jangan sampai kalian merasa sungkan, merasa enggan menghukum murid yang terlambat datang ke masjid hanya karena dia seorang teman dekat.” Ujar Pak Dicky, Ketua Bina Murid SMAIT saat melakukan briefing keberangkatan.

Sesampainya di komplek yonif 312/Kala Hitam sekitar pukul 15:00, seluruh peserta langsung dikondisikan untuk melaksanakan upacara pembukaan di aula utama yang di pimpin oleh Komandan Utama Yonif 312. Setelah resmi dibuka, kegiatan-kegiatan ringan seperti PBB, menyanyikan lagu dan yel-yel menjadi pengisi sisa waktu dihari pertama.

Hari kedua diisi oleh kegiatan pengenalan senjata-senjata yang dijelaskan oleh Kapten Rudi Kurniawan sebagai komandan kompi bantuan. Dilanjutkan dengan kegiatan ice breaking yang menyenangkan. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh aktifitas yang dirancang oleh prajurit Kala Hitam. Di waktu dzuhur, setelah ice breaking berakhir, peserta diarahkan menuju aula kompi untuk mendengarkan empat materi yang disampaikan oleh prajurit kalhitam. Materi-materi tersebut adalah Bela Negara, Wawasan Nusantara, Proxy War dan Kepemimpinan.

Di malam harinya, tepat pukul 22:00, seluruh peserta dikerahkan untuk melaksanakan jurit malam. Jurit malam dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat karena para peserta harus mengikuti acara api unggun. Dan pukul 01:00, setelah jurit malam selesai, seluruh peserta dengan khidmat mengikuti rangkaian acara api unggun. Puisi nasionalisme dibacakakan, syair kepemudaan dilantunkan juga sumpah pemuda yang dibacakan oleh Ilham Fauzi dan ikrar kadar Bela Negara yang dibacakan oleh Umar Abdul Aziz ikut dikumandangkan. Membuat suasana tengah malam itu benar-benar khidmat.

Di hari terakhir, di hari puncak, para peserta mengikuti outbond yang benar-benar memicu adrenalin. Seharian itu peserta melakukan tantangan-tantangan outbond seperti repling, rayapan tali satu dan dua, lintasan tali dua, flying fox, dll. Banyak kejadian lucu saat peserta melakukan outbond. Mulai dari menjerit-jerit saat melakukan repling, sampai diam bergetar ditengah rayapan tali dua. Outbond itu benar-benar menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.

Upacara penutupan dilaksanakan pukul 15:30 di aula utama. Setelah penutupan, para peserta berfoto bersama dengan para prajurit yang menjadi pendamping selama kegiatan.

Meskipun kegiatan Bela Negara tahun ini adalah yang kedua kalinya bagi SMAIT, Muhammad Ghozi, peserta kelas 11 yang juga mengikuti kegiatan bela Negara tahun lalu mengaku bahwa kegiatan tahun ini jauh lebih ringan. “Tahun lalu, kita sampai di tembakin. Disuruh tiarap dan guling-guling di tanah.” Ujarnya saat ditanya mengenai pendapatnya tentang perbandingan kegiatan Bela Negara tahun lalu dengan tahun ini. Dalam kegiatan Bela Negara tahun ini memang tak ada satu peluru pun yang terlontar. Entah karena pihak sekolah yang melarang atau alasan lain.

Meski demikian, kegiatan ini sangat berharga dan berkesan bagi para peserta. Disamping melatih kedisiplinan dan tanggung jawab, juga menambah banyak pengalaman dan wawasan berharga. “kegiatan ini sangat melatih kemampuan baris-berbaris. Di samping itu, juga membuat para peserta mengenal seluk-beluk ketentaraan.” Ujar Fauzan Wahab, seorang peserta dari kelas 11 saat ditanya tentang pendapatnya mengenai manfaat kegiatan Bela Negara.

 

Author             : Farhan Fakhriza

Publisher         : Shidiq Febrianto