Welcome 2 Asbosch

Welcome 2 Asbosch

21Dalam dua hari ini, yaitu Sabtu dan Ahad (1-2 Ags 2015) As Syifa Boarding School mulai dibanjiri orang tua murid baru SMPIT & SMAIT, yang mengantarkan putra-putrinya masuk ke asrama. Mereka datang dari berbagai tempat di Indonesia, bahkan ada di antaranya dari luar negeri. Tujuannya tidak lain hendak mengantarkan buah https://get-dissertation.com https://get-dissertation.com https://get-dissertation.com hatinya untuk belajar menuntut ilmu di As Syifa.

Sedari pagi hari orang tua murid sudah mulai berdatangan dan membantu putra-putrinya untuk menata barang bawaan kebutuhan sehari-hari mereka selama di asrama. Petugas pun dengan sigap menyambut mereka dengan baik, bahkan untuk penyambutan ini dilakukan instruksi khusus kepada seluruh keluarga besar As Syifa Boarding School agar dapat ikut membantu dan menyambut kehadiran murid baru dengan baik.

Saat siang tiba, sekira pukul 13.00 – 15.00 WIB, orang tua murid baru dikumpulkan di Masjid Doha untuk mendapatkan penjelasan terkait aturan dan kebijakan yang akan diberlakukan kepada putra-putri mereka selama belajar di As Syifa. Penjelasan di sampaikan oleh para Ketua Yayasan, para Kepala Sekolah, dan tentu saja Bagian Keuangan Yayasan yang akan membantu dalam urusan administrasi dan keuangan.

Sore hari selepas Ashar orang tua diberikan kesempatan untuk memberikan motivasi kepada putra-putrinya agar bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar, serta menjadi ajang untuk melepas rindu sebelum orang tua kembali ke rumah masing-masing.

Selamat datang Para Juara di Kampus Peradaban Robbani, Kampus 1001 Malam, As Syifa Boarding School Subang. (nis/ humas)

link : http://alshifacharity.com/?p=1384

Bantara Putra

Oleh: Tsabit Tsauqi (X IIS)

Jalancagak – Minggu,15 Februari 2015 “Persiapkan diri Antum semua, karena besok Ba’da Jumat, kita akan melaksanakan pelantikan Penegak Bantara, kita akan menempuh rute yang lumayan jauh.” Pesan Ust.Fazri selaku Pembina Pramuka sehari sebelum keberangkatan pelaksanaan pelantikan bantara, tentunya kami tak main-main untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi hal yang satu ini mengingat jarak dan rute yang “lumayan” jauh yang kita tempuh adalah dari Lembang menuju ke https://bestpaperservice.com https://bestpaperservice.com https://bestpaperservice.com Desa Cileat, atau yang lebih dikenal dengan Curug Cileat mungkin sekitar 30-40 km yang kami akan lewati dengan jalan kaki “Dih, Lembang sampe Asipa? Ane lewatin jadikeunlah JOSS!”
begitu semangatnya ketua sangga panglima polim; AlamPrahasto.

Jumat, 20Februari 2015
13:05 pm

Setelah sekian lama persiapan dan penantian untuk acara ini, akhirnya saat yang dinanti tiba. yaitu Pelantikan Pramuka Penegak Bantara untuk Putra. dengan semua perlengkapan dan fisik serta mental yang mantap, kami berbaris dilapangan SMA-IT As-Syifa Putra untuk bersiap menaiki transport yang akan mengangkut kami menuju TKP
14:00
ternyata kami diturunkan di sebuah desa tak jauh dari Brimob Detasemen B di Cikole akhirnya kami diberikan sebuah kode, yang ternayta kodetersebut adalah “TEA PABRIK CUPUNAGARA” kami juga diberikan sandi umum yang berbunyi “Budak botak, batuk, makebatik, nincakbatok, ngabeletak-beletuk, jingnongna-nongnaser!” lucu memang, tapi itulah sandi yang harus dihafal dan satu buah sandi rahasia yang tak bisa disebutkan disini karenajelas itu “RAHASIA” tentunya kami berangkat tak berbarengan, melainkan berangkat per-sangga. melewati turunan, tanjakan, bukit berkelok, kebun teh, dan desa-desa terpencil nan berkabut. bersama-sama kami lewati dengan semangat, walaupun rasa lelah tak dapat dihindari, namun lelah bukanlah suatu masalah besar untuk kami.

21:00 pm
@KebunTeh
Ternyata kami masih di perjalanan, dengan terlihatnya kebun teh, maka tempat tujuan sudah dekat, mungkin sekitar 3 km lagi. setelah melewati 4 pos pramuka kami terus berjalan hingga sampai di pabrik, yang kami yakini bahwa, inilah “TEA PABRIK, CUPUNAGARA”akhirnya semua sangga dikumpulkan di sebuah masjid yang mana merupakan tempat bermalam kami hari itu. FYI ; Sangga terakhir yang sampai adalah Sangga Sultan Hasanudin padapukul 23:30
Hari ke-2
Sabtu, 21 Februari 2015
Azan membangunkan kami, hawa dingin menyambut menusuk tulang kami, rasa pegal dan lelah masih terasa, akan tetapi panggilan Allah lebih utama, maka kami melaksanakan shalat subuh dan setelah itu…
kembali berjalan.

“kirain Jalan jauh, taunya pindah camp doing”
ujar Bambang Tri W, yang sudah siap semangat untuk jalan jauh lagi, meskipun kakinya yang sudah tidak mendukung ya, kami hanya pindah sekitar 50 meter kearah utara untuk mendirikan tenda disana, dikebun teh.
Serangkaian acara dilaksanakan, mulai dari pengujian semaphore, penandatnganan SKU, api unggun, Pensi, dan jaga serambi.

Hari ke-3
Minggu, 22 February 2015
Kami mulai berjalan kembali pada pukul 09;00
tujuan kami selanjutnya adalah… Pulang….
ya, As-Syifa adalah tujuan kami selanjutnya, “Subhanallah, kece dah ngelewatin 4 bukit dan 2 hutan sekaligus! Gimana gak wow coba! Gak percaya gue!” ujar Rizaldi, yang takjub akan kemampuannya sendiri yang telah sanggup melewati rintangan tersebut
Sungguh dahsyat rute yang kami lewati padahari ini, mulai dari jalan setapak yang berbahaya, sawah, dan juga jalan berbatu… (after several time) akhirnya kami sampai di sebuah desa yang bernama mayang…. dari sana kami di jemput oleh truk dan diantar sampai As-Syifa
tepat pada saat adzan ashar berkumandang kami sampai di Bumi As-Syifa tercinta. MISSION ACCOMPLIHSED