Assyifa Got Multitalent [Putra]

Assyifa Got Multitalent [Putra]

POSTER-Copy-copyBEM SMAIT As-Syifa Putra akan mengadakan sebuah pentas seni akbar yang bertajuk “As-Syifa Got Multitalent”. Acara pensi ini merupakan acara tahunan BEM SMAIT. Namun di tahun ini, acara yang biasa disingkat AGM https://termpaper4me.net https://termpaper4me.net https://termpaper4me.net ini akan berafiliasi dengan BEM SMPIT. Maka tentu saja pensi ini meenjadi pensi besar. AGM rencananya akan dilaksanakan pada Hari Sabtu (30/5) pukul 20:00 di lapangan SMPIT Putra. Akan ada banyak penampilan seru yang dibawakan oleh murid-murid berbakat dari SMPIT dan SMAIT. Acara ini sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari oleh para panitia dari BEM. Dengan persiapan yang matang dan konsep acara yang kreatif, pensi ini dijamin akan menghibur para penonton yang hadir. Maka dari itu, jangan lewatkan pensi akbar ini sabtu malam di lapangan SMPIT Putra. Dijamin seru!

SEKOLAH KERJA NYATA.. Pengabdian Desa Terpencil

SEKOLAH KERJA NYATA.. Pengabdian Desa Terpencil

Cupunagara, 16 Agustus 2015

Oleh: Tsabit Syauqi

Hari Pertama…
Liburan panjang sudah berakhir.. dan sekarang saatnya kembali menempa ilmu di kampus peradaban… setelah seminggu kami menduduki bangku kelas 11… kami langsung melaksanakan program pengabdian pada masyarakat… yaitu SKN… Sekolah Kerja Nyata.. program ini mirip dengan KKN-nya mahasiswa.

Selepas apel pelepasan yg di buka langsung oleh kepala sekolah, kami berangkat dari Assyifa tepat pukul 8.15 pagi, ada 3 kendaraan yang membawa https://bestpaperwrirters.net https://bestpaperwrirters.net https://bestpaperwrirters.net kami ke sana.. satu untuk logistik, dan dua untuk membawa kami ke sana… ke sebuah desa terpencil di Subang… Cupunagara.
kebetulan, Aku bersama 4 orang temanku berada di mobil logistik.. untuk menjaga barang-barang yang ada di mobil itu..
Percaya atau tidak… akses untuk menuju ke Desa Cupunagara itu sangat sulit.. tapi bukan berarti sulit karena harus menembus hutan, melainkan sulit karena akses jalan yang menanjak, juga tidak ber aspal.. sekalipun ada yang beraspal, jalan itu hanya beberapa meter saja.. sisanya kembali jalan berbatu.

Sekitar 2 jam kami menempuh perjalanan dari asyifa… merasa lelah, tapi.. menurutku semua itu terbayar oleh pemandangan yang indah di perjalanan, tak terbayang bagaimana Allah menghamparkan permadani hijau,dan barisan bukit… serta pohon-pohon yang menjulang tinggi… subhanallah… kami pun tiba dan melaksanakan shalat dzuhur..

“ya,dengarkan.. ini daftar orangtua asuh kalian nanti.. silahkan cari rumahnya, Tanya-tanya aja sama warga.” Ujar Ust.Abadi.. beliau adalah ketua pelaksana di acara SKN ini… kurang lebih hingga ashar kami mencari alamat orangtua asuh kami… setiap dari kami mendapatkan orangtua asuh yang tinggal dirumah sederhana… dan rata-rata bekerja sebagai petani dan penyadap pohon aren…

Kami menjalani hari pertama kami dengan penuh briefing dan koordinasi untuk hari-hari kami di Cupunagara.. perjalanan hari pertama..

Hari Kedua…
Luarbiasa dingin! Itu kesan pertama yang Aku rasakan ketika mengambil air wudhu untuk shalat subuh… dinginnya terasa menusuk-nusuk tulang.. secara teknis desa ini memang terletak digunung… dan airnya pun langsung dari mata air di gunung… katanya air ini belum pernah habis dan tetap jernih dari dulu sejak jaman penjajahan sampai sekarang.. mengingat desa ini juga dulunya tempat ekspansi dan tempat jarahan penjajah jepang.. untuk mengambil rempah-rempah dan teh.

Suguhan yang ramah dari rakyat sunda… pagi itu ditempat orangtua asuhku.. aku dan 2 teman satu rumahku disediakan “ulen” atau yang biasa disebut uli… setelah menyantap sarapan khas pedesaan… aku dan kawan ku diajak untuk ke “serang” aku dan kawanku heran.. beneran nih mau ke serang? Jauh amat… dan ternyata serang yang dimaksud adalah bukan serang ibukota provinsi banten… melainkan serang.. bahasa sunda… yang berarti sawah.

Taukah kalian berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sawah tersebut… 1,5 jam dengan berjalan kaki! Luar buiasa jauh.. dan kalian tau… Ibu asuhku ini biasa melakukan aktivitasnya sendirian setiap hari.. mengingat bahwa bapa asuhku seorang pekerja bangungan di proyek-proyek luar kota,,, melewati hutan… jalan batu dan pematang sawah lainnnya… luarbiasa jalan yang harus ditempuh… dengan hasil panen yang tak seberapa…

Tepat 10 menit sebelum dzuhur aku dan kawanku kembali ke rumah… sungguh pengalaman yang luarbiasa…

Besok.. saatnya ganti profesi.. menjadi.. pengajar. Karena aku dan kawanku ditempatkan di divisi pendidikan… jadi besok aku dan temanku akan mengunjungi SDN Ciwangun…

RAMAI! Warga Cupunagara Datangi Assyifa

Kamis, 24 September 2015 menjadi salah satu hari bersejarah bagi siswi SMAIT AsSyifa terutama Angkatan Revival dan Fasmoise yang sudah menjalani Sekolah Kerja Nyata (SKN), yakni acara pengabdian siswi SMAIT Assyifa kepada warga di daerah terpencil, Desa Cupunagara selama seminggu. Selama seminggu siswi yang telah dibagi menjadi 18 kelompok yang masing-masing berisikan 4 orang anak menginap di 1 rumah yang mana orangtua yang mempunyai rumah tersebut menjadi orangtua https://all-assignment-help.com https://all-assignment-help.com https://all-assignment-help.com angkat masing-masing anak. Sehingga wajar jika masing-masing anak dekat dengan orangtua angkat  mereka.

Setelah memberitahukan Bunda Yuli dan perwakilan Angkatan Revival, warga Cupunagara pun datang ke kawasan asrama SMAIT Assyifa Putri dengan menggunakan 2 mobil dan 4 motor pukul 14.00. Tangis haru  dan teriakan rindu pun menyeruak membuat ramai asrama kelas 11, revival. Masing-masing anak mencari  orangtua angkat mereka, meskipun ada beberapa orangtua yang tak datang lantaran melahirkan. Kelas 12, fasmoise pun juga mendatangi orangtua angkat mereka. Tak hanaya orangtua angkat, anak-anak kecil pun turut datang ke SMAIT Assyifa.

Berbagai macam oleh-oleh dibawa para orangtua untuk diberikan kepada anaknya. Jamuan makan pun telah dipersiapkan untuk para orang tua, mulai dari minuman dingin, buah-buahan hingga nasi kotak. Meskipun pertemuan tersebut hanya berlangsung beberapa jam sama karena ba’da ashar warga cupunagara harus kembali ke dusun mereka, tak dapat dipungkiri perasaan bahagia begitu terasa.

Karena keluarga bukan hanya tetang ikatan darah, tapi karena kedekatan perasaan yang terbentuk karena cinta. Seperti warga cupunagara dengan siswi AsSyifa, semoga Allah mempertemukan kita semua di SyurgaNYA.

Dokumentasi SYIFEST 2015

Dokumentasi SYIFEST 2015