Tegang, Menjelang Aksi 22 Mei diisukan Akan Ada Penembak Jitu

0
79

Kepala Staf Presiden Moeldoko, mengatakan, ada upaya sistematis yang ingin memanfaatkan gerakan pada aksi 22 Mei mendatang.

Hal ini disampaikannya usai buka bersama calon wakil presiden Ma’ruf Amin dan para petinggi TKN di Posko Cemara, Jakarta.

“Saya ingin menjelaskan, bahwa ada upaya sistematis yang akan memanfaatkan situasi kalau terjadi pengumpulan massa. Ini harus dipahami betul oleh semua pihak. Rencana ini bukan main-main, sungguhan. Ada sekelompok tertentu yang ingin situasi dimanfaatkan sebaik-sebaiknya,” ucap Moeldoko, Jumat (17/5/2019).

Dia pun meminta agar seluruh masyarakat Indonesia tak perlu berbondong-bondong ke Jakarta pada saat aksi 22 Mei.

“Pada akhirnya digunakan sebagai tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu itu. Semuanya rugi, semuanya dari kita akan rugi. Ngapain jauh-jauh dari luar kota ke Jakarta, tahu-tahu menghadapi sebuah musibah,” kata Moeldoko.

Dia menegaskan, ini bukan skenario yang dibuat oleh pihak pemerintah. “Sama sekali bukan. Ini skenario yang disiapkan kelompok tertentu. Saya harus tegas dan clear,” jelas Moeldoko.

Menduga ada kelompok tertentu yang memanfaatkan aksi 22 Mei, Moeldoko mengklaim hal itu dapat menyebabkan kerugian di semua pihak.

Namun, dia enggan menjelaskan kelompok yang dimaksud.

“Bisa perorangan bisa terorisme.Ya liat nanti saja perkembangannya. Tidak perlu saya sampaikan dan jelaskan secara detail. Tapi saya perlu sampaikan bahwa ada upaya untuk membuat situasi jadi tidak baik,” tegas Moeldoko.

Moeldoko juga menegaskan, tak akan ada penembak jitu pada aksi 22 Mei nanti.

“Saya ingin tegaskan, tidak ada sniper. Jadi supaya paham agar tidak digulung jadi berita yang merugikan pemerintah. Saya katakan dengan tegas, tidak ada sniper,” pungkasnya.

Sumber : Liputan6.com