Heryawan: Anak Muda, Jadilah Pengusaha!

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, persentase pengusaha di Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 0,8 persen penduduk. Idealnya, sebut dia, minimal ada 4 persen penduduk yang menjadi https://writemyessay4me.net https://writemyessay4me.net https://writemyessay4me.net pengusaha.
“Pengusaha-pengusaha di Indonesia itu masih sangat sedikit dibandingkan dengan China,” ujar Heryawan seusai memimpin rapat koordinasi terkait sengketa lahan di Jawa Barat, di Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Bandung, Selasa (22/10/2013). Dia menyebutkan, ada 11 persen penduduk China yang menjadi pengusaha.
Karena itu, Heryawan mendorong anak-anak muda untuk menjadi pengusaha dibanding menjadi pekerja. “Kami mendorong jiwa-jiwa muda berpikir lebih jauh ke depan. Tidak mencari pekerjaan, tapi menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas dia.
Bila lapangan kerja banyak tercipta, ujar Heryawan, tentu saja angka pengangguran akan berkurang. Bila semua orang Indonesia memililih menjadi pekerja dan tak ada yang menjadi pengusaha, menurut dia, situasinya pun tak akan bagus.
Heryawan mengatakan, saat ini jumlah pengusaha muda di Jawa Barat sudah melampaui sebagian besar provinsi di Indonesia. “Tapi, kami belum puas dengan hal itu. Harus banyak terlahir pengusaha-pengusaha muda baru,” tegas dia.
*sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/10/23/0457282/Heryawan.Anak.Muda.Jadilah.Pengusaha.

Ust. Abdullah Mu’adz

Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah adalah sebuah lembaga nirlaba non pemerintah (non government organization) yang berkiprah dalam aktivitas dakwah islamiyah, sosial-kemanusiaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Secara historis, Lembaga ini lahir di masa reformasi sebagai bentuk kepedulian sosial atas dampak krisis moneter yang https://mypressureessay.com https://mypressureessay.com https://mypressureessay.com menimpa bangsa Indonesia sekitar tahun dua ribuan. Penanganan dampak krisis yang dilakukan Lembaga ini, dari sisi keagamaan dan sosial-kemanusian cukup membantu program-program recovery yang dilakukan pemerintah pada saat itu. Prestasi pertama yang ditorehkan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah pada awal kiprahnya adalah membantu rehabilitasi sebuah sekolah pemerintah di daerah Ciater Kabupaten Subang, yaitu SDN Giri Mekar pada tahun 2001.
Saat terjadi musibah tsunami di Aceh tahun 2004, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan program bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, berupa distribusi kebutuhan sandang pangan serta rehabilitasi bangunan mesjid. Demikian pula ketika terjadi musibah gempa di Tasikmalaya tahun 2009
Selain aktivitas di atas, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah memiliki program sosial lainnya sebagai berikut:
1.Memberikan beasiswa penuh kepada 150 santri penghafal Al-Qur’an (tahfizh)
2.Memberikan santunan dan beasiswa pendidikan kepada 120 anak yatim dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi
3.Memberikan insentif rutin kepada 50 orang penyuluh agama (da’i)
4.Mendistribusikan paket buka puasa, bingkisan hari raya, dan zakat setiap bulan Ramadhan
5.Mendistribusikan paket daging kurban setiap hari raya Idul Qurban
6.Mendistribusikan wakaf Al-Qur’an kepada keluarga dan komunitas muslim
7.Membantu pembangunan mesjid, madrasah, dan sarana air bersih
8.Menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis, khitanan massal, dan kegiatan sosial lainnya

Hingga saat ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah terus berupaya mengembangkan diri dalam mewujudkan visinya “Menjadi NGO Yang Kokoh dan Mandiri Dalam Membangun, Membina dan Melayani Masyarakat.”
Adapun misi yang diemban untuk merealisasikan visinya adalah sebagai berikut:
1.Mengembangkan lembaga pendidikan unggulan kebanggaan ummat
2.Menyelenggarakan kegiatan keilmuan untuk mencerdaskan masyarakat
3.Mengelola aktifitas dakwah untuk melahirkan kader dakwah yang dapat berperan di masyarakat
4.Melakukan usaha-usaha ekonomi berbasis syariah secara mandiri
5.Membangun jejaring kemitraan dengan lembaga-lembaga swasta maupun pemerintah
6.Memberikan kontribusi positif pada lingkungan, lembaga dan masyarakat

Begin Everything With Bismillah

Oleh: Aghniya Humaira

Mungkin kita pernah mengeluh lelah ketika belajar, berat ketika harus berkorban lebih banyak untuk suatu hal yang bukan kepentingan https://all-assignment-help.com https://all-assignment-help.com https://all-assignment-help.com diri kita, tertekan ketika menerima begitu banyak cobaan yang harus dihadapi, dan merasa iri dengan kesenangan orang lain yang tidak kita dapatkan. Mengapa rasa lelah, berat, dan tertekan menjalani hidup itu ada? Mungkin karena kita lupa untuk melibatkan Allah dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.
 
Rasulullah mengajarkan kita untuk senantiasa membaca “Bismillahirrahmaanirrahiim” sebelum melakukan sesuatu. Mengapa? Sebab kita adalah makhluk yang serba terbatas. Usia kita terbatas, pengetahuan kita terbatas, kemampuan kita juga terbatas. Sebutlah mata kita sehat dan dapat melihat ciptaan-Nya dengan jelas. Keterbatasannya dapat kita rasakan ketika kita sadar bahwa yang dapat kita lihat hanyalah benda-benda yang ada di sekitar kita. Bahkan benda di sekitar kita sendiri pun mungkin tidak bisa kita lihat ketika tertutup benda yang lain, atau ukurannya yang sangat kecil, apalagi untuk melihat hal-hal yang ghaib, mata kita tidak kuasa untuk melihatnya.
 
Begitupun dengan kehidupan. Hidup menuntut kita untuk beribadah. Menuntut ilmu, berbakti pada orangtua, berbuat baik pada sesama, peduli akan lingkungan, dan tetap menjaga hubungan dengan Allah lewat Qiyamullail, tilawah, shaum, dan banyak hal yang harus kita kerjakan ketika hidup. Pantaslah Hasan Al Banna pernah berkata bahwa kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia.
 
Maka, keterlibatan Allah menjadi sangat penting dalam setiap hal yang kita hadapi. Entah itu terlihat  senang, sedih, berat, ringan, mudah, sulit, apapun itu. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrahim” yang artinya “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”, menunjukkan bahwa kita telah melibatkan Allah dalam urusan kita. Kita pinjam kekuatan Allah yang tidak terbatas untuk keselamatan dan kesuksesan kita.
 
Sebelum naik angkutan umum, ucapkan basmalah. Sama artinya kita memohon perlindungan Allah atas apapun yang mungkin terjadi di dalam angkutan umum. Pun jika terjadi sesuatu, atas kehendak Allah. Jika akhir hidup kita berakhir disana, juga atas nama Allah.
 
Sebelum belajar, ucapkan basmalah. Masuk atau tidaknya ilmu adalah atas kehendak Allah. Untuk itu kita pinjam kekuatan Allah agar ilmu yang kita pelajari dapat kita pahami. Kalaupun ternyata pada akhirnya kita belum paham, maka tidak perlu khawatir karena terjadinya atas nama Allah.
 
Sebelum bersedekah, ucapkan basmalah. Barangkali ada terselip riya dalam hati.
 
Sebelum berbicara, sebelum memakai sesuatu, sebelum menjawab soal ujian, sebelum mengerjakan tugas, sebelum mengajar, sebelum membeli sesuatu, sebelum memilih sesuatu, sebelum membuka internet, sebelum masuk ke sebuah ruangan, sebelum menyalakan lampu, sebelum minum, sebelum memutuskan sesuatu, sebelum bepergian, sebelum tidur, dan sebelum sebelum yang lain agar Allah terlibat dalam kegiatan setelah kata sebelum tadi.
 
Waktu kita memang terbatas, pengetahuan dan kemampuan kita pun terbatas. Bisa jadi kita lelah, tugas menumpuk, amanah menggunung, belum lagi urusan pribadi kita tidak terselesaikan.  Namun ketika Allah kita libatkan, ketika kekuatan yang kita pinjam adalah kekuatan Allah yang segala maha dan tidak terbatas, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk memampukan diri kita. Dengan izin dan kuasa-Nya, Allah akan meminjamkan kekuatan-Nya lewat tangan kita, kaki kita, hati kita, pikiran kita, atau mungkin lewat perantara orang lain yang tidak kita sangka sebelumnya. Oleh karenanya, mulailah segala sesuatu dengan bismillah. 🙂
Wallahu a’lam bisshowwab.
Kita (juga) Garuda Muda!

Kita (juga) Garuda Muda!

(Oleh : Mushababe) “Garuda Muda Pastikan Diri Ke Myanmar!” “Garuda Muda The Winning Team” Itulah beberapa Headline yang menghiasi halaman depan situs bola terkenal di Indonesia. Sekarang, Semua mata tertuju kepada https://essay-click.com https://essay-click.com https://essay-click.com mereka. Setelah menjadi Juara pada turnamen AFF U-19 yang di adakan di Sidoarjo. Kembali, Garuda Muda mempersembahkan sebuah harapan kepada seluruh pendukungnya di tanah air.

Sebenarnya Indonesia masih memiliki pontensi-potensi yang sangat menjanjikan pada bidang yang lain. Terutama di usia-usia produktif. apasih usia produktif itu?? menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Usia produktif adalah usia ketika seseorang masih mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu. nah, kalo batasan usia produktif? yaah, maunya sih dari lahir sampai mati juga kita harus produktif ya. Jadi jangan sampai kita memberi batasan kepada diri kita sendiri. kalo di bilang usia produktif itu 18-65 tahun, nanti para Tunas Muda Indonesia yang belum mencapai umurnya akan sekedar berleha-leha dong. oleh karena itu, jangan kau buat batas terhadap dirimu karena itu semua hanya akan menjadi penghalang dirimu untuk menjadi lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih produktif.

Garuda Muda telah memberikan inspirasi kepada kita semua, bahwa umur yang muda tidak menyurutkan semangat mereka dalam berpartisipasi untuk Indonesia. Kemaren pernah ada Islamic Solidarity Games yang membuat indonesia keluar sebagai juara umum, walaupun kita hanya di posisi ke tiga dalam sepakbola. Dan sebelumnya lagi, Garuda Keadilan FC U-16 telah mewakili indonesia di pentas dunia, pada ajang Gothia Cup yang di adakan di Swedia. Sebenarnya masih banyak lagi prestasi prestasi Tunas Muda Indonesia, yang mungkin tidak terekspos oleh media ataupun tidak terbaca oleh saya…

Kita adalah Garuda Muda, Tunas Muda, Harapan Bangsa, apapun namanya kita adalah Generasi Harapan Indonesia. Generasi yang akan melanjutkan, dan meluruskan perjuangan-perjuangan pendahulu kita. Oleh karena itu, kita berharap untuk dapat terus memberikan semua yang kita miliki kepada Bangsa, Negara, terutama pilar kita, pondasi kita, yakni Agama.

Sedikit lirik nasyid yang insya Allah membuat kembali sadar, kembali semangat dalam menjalani hidup ini.

Izzatul Islam  – Tekad

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan 

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da’wah ini jalan panjang

Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi

Wahai pemuda, bangunlah kalian. Sadarlah akan keterpurukan dunia yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

Kita Adalah Pemuda Indonesia
Kita Adalah Harapan Bangsa
Kita Adalah Garuda Muda!

Akankah kita berdiam diri dan hanya bersembunyi di balik bayang-bayang keterpurukan negeri??

Wallahu A’lam 🙂

Tere-Liye Menyinggung Assyifa di Workshopnya!

Tere Liye di SMAIT Assyifa – https://assignment4you.com https://assignment4you.com https://assignment4you.com 2010



(oleh: Sarah Nailussaadah) Pada hari Jumat, 11 Oktober kemarin, saya mengikuti workshop kepenulisan bersama Tere-Liye, yang diselanggarakan oleh DKM Fisip Unpad. Meskipun saya pernah mengikutinya sekali (di SMAIT Assyifa) tapi saya masih penasaran dengan sosok Tere-Liye. Maka dari itu saya ikut lagi workshop yang diisi oleh beliau.

dan berikut ini adalah tips-tips menulis dari Tere;
1. Ide tulisan bisa apa saja. Yang penting kita harus mendapatkan sudut pandang yang spesial
2. Menulis itu butuh amunisi. 
3. Gaya bahasa adalah kebiasaan
    kalimat pertama adalah pekerjaan mudah
    menyelesaikannya lebih gampang lagi!
4. Ala bisa karena terbiasa
5. Mood jelek adalah anugerah, selalu memiliki mood jelek berarti punya masalah…

Lihat, ternyata tips menulisnya sama dengan yang diberikan saat saya SMA, 3 tahun yang lalu! 

Apakah seorang Tere-Liye selalu menjelaskan lima hal itu setiap workshopnya? Berbicara seperti pita rekaman dilulang – ulang? Saya tidak berani menanyakannya kemarin, takut dianggap tidak sopan. Lagipula, saat itu mood Tere-Liye sangat buruk, beliau jengkel karena acara molor sampai dua jam 42 menit. 

Tetapi, bukan berarti saya tidak mendapatkan apa – apa dalam workshop kemarin. Mungkin konten yang Tere tuliskan sama, tetapi pemaparan dan contoh yang diberikan pastinya berbeda. Berikut adalah contoh yang paling membuat saya tersenyum:

… Kalau saya suruh kalian menuliskan warna hitam, pasti tidak akan jauh dari kata; hitam itu sebuah warna. melambangkan kesedihan, suram, dan yang lain-lainnya.
Tapi saya pernah menemukan tulisan dari seorang anak SMA di Subang, dia menuliskan seperti ini;
‘Budi temanku berkulit hitam. matanya hitam, rambutnya hitam, semuanya hitam. Tapi meskipun semuanya hitam, aku yakin dia memiliki hati yang putih..’


Saya ingat sekali, itu tulisan anak Assyifa!