Hebohnya As-Syifa Got Multitalented Putri 2015!

Subang – Meski hujan deras turun tak henti-henti mengguyur AsSyifa, hal tersebut tidak menyurutan semangat pengurus BEM SMAIT As-Syifa Putri untuk menyelenggarakan salah satu event besar SMPIT dan SMAIT As-Syifa yaitu, As-Syifa Got Multitalented (AGM).

Dengan perbekalan waktu yang singkat setelah begitu banyak acara yang menyibukkan, yaitu pekan Quran dan UTS AGM dapat terlaksana pada Sabtu Malam, 4 April 2015. Pada malam yang penuh kebahagiaan itu, lapangan SMAIT As-Syifa dipenuhi oleh siswi https://uk-essay-service.com https://uk-essay-service.com https://uk-essay-service.com SMP dan SMA As-Syifa demi menyaksikan dan menjadi peserta pada ajang yang sangat bergengsi yang diadakan tiap tahunnya. Riuh Sorak sorai pun mewarnai ketika acara AGM dibuka oleh 2orang MC yang tak kalah spesial dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua  Pelaksana yang merupakan pengurus BEM divisi Minat dan Bakat (Mikat), Nur Hamidah Hasanah,  juga sambutan dari kepala SMAIT As-Syifa, Ustadz Feri Rustandi.

AGM dipenuhi dengan penampilan bakat yang unik dan luar biasa dari siswi SMP dan SMA As-Syifa. Mulai dari menyanyi, mendongeng, penampilan piano dan biola hingga atraksi silat semakin menambah pesona AGM 2015 kali ini. Jangan lupakan video dokumenter yang memukau juga mengharukan. Mengapa? Sebab salah satu  mantan pengurus BEM yang dulu merupakan Ketua Divisi Mikat hadir pada video tersebut, kini siswi yang juga memenangkan edufest tersebut (baca: Luar Biasa! Edufest, As-Syifa Jadi Juara Umum) tengah berada di Negri Kangguru, Australia.

Acara yang berlangsung 2,5 jam tersebut akhirnya tiba pada bagian yang ditunggu-tunggu. Pengumuman pemenang. Pemenang dibagi dalam 2 kategori yaitu kategori SMP dan SMA.

Kategori SMP:

Juara 1 : Duet biola

Juara 2: Story Telling

Kategori SMA:

Juara 1: Story Telling oleh Izzah Al-Mukminah dan Salsyabila W.R

Juara 2: Atraksi Silat oleh DIfta P dan Styaroma

Semoga dengan diadakannya AGM, murid As-Syifa pun (lagi-lagi) dapat terpacu dalam mengembangkan bakatnya.

MABIT SMAIT Putri Jelang UKK

MABIT SMAIT Putri Jelang UKK

IMG_8285Sabtu (06/06) kemarin siswi SMAIT As-Syifa makan sore dengan lauk berupa ayam ditambah dengan pemberian snack gratis. Namun tentu bukan ini point dari post kali ini. Berkah kemarin sore adalah buah dari MABIT yang https://termpaper4you.com https://termpaper4you.com https://termpaper4you.com diadakan kemarin pula. MABIT kemarin dilaksanakan di Masjid Asma’ Binti Abu Bakar di daerah Sagalaherang.

Dengan menggunakan 2 truk, yang 1 truk berisi 1 angkatan, siswi SMAIT berangkat dengan perasaan yang tak bisa didefinisikan. Selfie, bernyanyi, hingga menyanyikan asmaul husna dilakukan untuk mengisi perjalanan selama di truk. Setelah akhirnya sampai di masjid Asma ba’da maghrib, para siswi langsung melaksanakan sholat maghrib dan mulai menentukan tempat tidur masing-masing.

Pukul 19.50 siswi-siswi langsung dikumpulkan di masjid lantai satu. Berhubung masjid asma adalah salah satu masjid yang dibangun AsSyifa, dan memiliki desain yang sama dengan masjid Aswediy di Assyifa, masjid Asma ini adalah masjid bertingkat. Setelah itu MABIT dilanjutkan dengan mendengarkan tausyiah dari Pak Abdul Muadz yang datang bersama Istri dan anaknya.

Besok paginya, siswi dibangunkan pukul 03.00 untuk melaksanakan sholat tahajud dan masing-masing mendapatkan jatah tilawah hingga pagi itu dimulai dengan khatam Quran sebanyak dua kali. Sebelum kembali ke Assyifa, Sesi foto bersama pun dilakukan.

 

Bantara Putri: Tetap Semangat Meski Diguyur Hujan

Tepat hari Jumat, 27 Maret 2015 yang lalu Siswi SMAIT As-Syifa Boarding School angkatan 6 (Arcturus) yang kini menduduki kelas 10 juga beberapa siswi kelas 11 melaksanakan bantara. Bantara adalah tingkatan syarat-syarat kecakapan umum pertama dalam satuan pramuka penegak sebelum penegak pelaksana, untuk dapat lulus Bantara, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Setelah apel dan pelepasan oleh Pak Feri, siswi kelas 10 https://write-essay4me.com https://write-essay4me.com https://write-essay4me.com SMAIT AsSyifa Boarding School berangkat pukul 07.30 menaiki truk. 2 truk untuk siswi dan panitia, 1 truk untuk barang sekaligus ustadz yang akan menemani perjalanan. Tiba di daerah perumahan yang akan menjadi start hiking sekitar pukul 10 pagi lalu 5 sangga memulai perjalanan sebelum zuhur dan 4 sangga lain sesudah zuhur. Arcturus dibagi dalam 9 sangga yang tiap sangganya terdiri dari 7-11 orang. Urutan keberangkatan berdasarkan kelompok mana yang dapat menjawab dari Pak Dedeng dan Pak Ucup.

Contoh pertanyaan yang diberikan oleh Pak Ucup dan Pak Dedeng*:

  • 5 x 5 yang hasilnya selain 25 adalah?
  • Kenapa motor dibensinin?
  • Sebutkan jumlah rukun iman!
  • Sholat yang tidak ada takbirnya adalah?
  • Bahasa Arabnya masak kelereng

dan juga beberapa pertanyaan kocak yang lain.

Sebelum sangga pertama memulai perjalan, siswi yang sakit memulai start terlebih dahulu untuk hiking bersama para ustadz, beberapa panitia dan bunda  yang mendampingi untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan. Jangan tanya mengenai jarak, sebab perjalanan menuju Cupunegara ditempuh selama  kurang lebih 7 jam ditambah dengan beban yang berat dan jalanan yang cukup terjal, juga hujan, namun bagi Arcturus tentu hal ini adalah pemacu semangat yang menjadikannya kuat, InsyaAllah.

Pokokna mah, sejak kalian menginjakkan kaki di truk,  perjalanannya kurang lebih 40 km” Pak Diki berucap setelah  selesai bantara.

Dalam perjalanan, terdapat 4 pos yang harus dilewati. Pos pertama yang menguji tentang sejarah pramuka, kita harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh panitia, Pos Kedua  berkaitan dengan P3K (cara mengatasi orang yang terluka dan membuat tandu), pos ketiga membahas tentang sandi, morse dan lain-lain dimana tiap sangga harus dapat memecahkan sandi yang dibuat panitia dan pos 4, pos terakhir tentang tali temali dan tenda.

Sangga terakhir tiba di tempat sekitar pukul 21.00, Para ustadz tengah membangun tenda tambahan ketika sangga terakhir tiba. Siswi yang baru tiba dipersilakaan berwudhu untuk sholat isya dan maghrib. Tak lama, Allah menurunkan keberkahannya melalui hujan deras sehingga seluruh peserta bantara harus kembali berjalan untuk mengungsi ke masjid setempat. Setelah tiba di masjid dan membersihkan badan juga sholat, peserta bantara berikut pantia dan guru pun tidur untuk melepas lelah karena seharian berjalan.

Hari kedua tiba dengan cepat, saat pagi-pagi seluruh peserta bantara harus bangun dan bersiap-siap untuk menuju tempat yang seharusnya dijadikan tempat bermalam peserta bantara. Setelah membersihkan masjid, seluruh peserta menuju ke lapangan untuk senam 1000 terlebih dahulu, yah, senam 1000, yang mana tiap gerakan dilakukan sampai hitungan 50, meski hanya berakhir dihitungan ke 800 hal tersebut tak urung tetap membuat peserta berkeingat. Tak lupa mengenai pelelangan barang. Barang-barang yang ditemukan di masjid dilelang-dicari-pemiliknya lalu yang mengaku sebagai pemilik harus banding 1 seri untuk tiap barang yang ditinggalkan. Hal ini dilakukan dalam rangka meningktakan rasa tanggung jawab peserta terhadap barang yang dimilikinya.

Setelah menyelesaikan kegiatan di lapangan, peserta bantara langsung menuju tempat berkemah dan membagi tugas, sebagian memasak untuk sarapan, sebagian yang lain membangun tenda bersama para ustadz. Menggunakan Alloc, peserta bantara memasak sarapannya, mulai dari nasi goreng hingga sup krim yang lezat pun menjadi menu masing-masing sangga. Setelah zuhur, terdapat materi dari Pak diki dan Pak Dayat mengenai semapur. Hujan deras pun kembali mengguyur peserta bantara saat materi berlangsung, hingga tenda yang dibangun mengalami kebocoran, alhasil, peserta yang sakit harus diungsikan kembali ke rumah warga. Warga Cupunegara yang amat baik dalam melayani tamu sangat membantu panitia dalam merawat peserta yang sakit. Setelah materi selesai, seluruh peserta pun ‘terpaksa’ harus kembali ke masjid karena keadaan yang tidak memungkinkan.

Karena Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya, maka yang seharusnya malam itu diadakan api unggun diganti dengan kebersamaan yang lain, minum susu hangat, hingga pemakaian koyo berjamaah. Malam itu pun, kembali peserta dan panitia bantara habiskan di masjid.

Hari Terakhir pun tiba, dibuka dengan beres-beres masjid kembali dan sarapan, sebut saja sarapan romantis sebab peserta harus saling menyuapi peserta yang lain. Peserta kembali lagi ke tempat kemah dan merapikan tenda dan barang-barang yang ditinggal, Alhamdulillah ketika perjalanan pulang peserta tidak perlu membawa tas, hingga lebih meringankan perjalanan.

Pukul 08.00 peserta harus kembali hiking melewati track yang jauh lebih terjal dibanding sebelumnya, sebab hujan kembali turun membasahi jalan yang menjadi jalur yang harus kami lewati. Dibawah bukit tunggul peserta bantara berjalan untuk dapat kembali pulang, Seperti yang dikatakan, track yang luar biasa hingga peserta bantara harus rela berlumpur ria hingga seserodotan di bawah bukit tunggul juga membelah 4 gunung, melewati sungai dan sawah, tak lupa hujan yang untuk kesekian kali menghiasi perjalanan kami. Terimakasih untuk para guruyang rela mengorbankan tenaga dan kakinya demi keselamatan peserta bantara.

Kembali dengan keadaan berhujan ria kami menaiki truk untuk pulang ke As-Syifa, dan tiba di As-Syifa ketika maghrib. Bantara memberikan banyak sekali pelajaran nyata bagi peserta bantara, tangung jawab, kekompakan, kebersamaan, pengorbanan hingga cerdas dalam menjawab pertanyaan luar biasa dari Pak Dedeng dan Pak Ucup.

Semoga Allah memberikan keberkahan atas perjalanan panjang ini terutama bagi guru, panitia dan peserta bantara putri 2015, tak lupa kepada warga Cupunegara.

Festival Pelajar 2015

Festival Pelajar 2015

IMG_0974Bandung- 1 Mei yang lalu, kontingen AsSyifa yang berjumlah 13 orang berangkat menuju Trans Studio Bandung dalam rangka menghadiri Festival Pelajar ke-2. Sebuah acara bergengsi yang https://termpaperservice.net https://termpaperservice.net https://termpaperservice.net dipanitiai oleh Siswa-siswi Jawa Barat yang tergabung dalam FOJB (Forum OSIS Jawa Barat).

Festival Pelajar 2015 merupakan sebuah acara yang di dalamnya terdapat seminar dari tokoh-tokoh terkenal di negri ini seperti, Dedy Mizwar, Anang Hermansyah, dan lain-lain. Selain itu terdapat penampilan kesenian dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Setelah mendengarkan seminar, setiap pelajar yang menghadiri Festival Pelajar dapat mencoba berbagai wahana yang terdapat di Trans Studio Bandung. Hal ini tentu menambah asyiknya acara Festival Pelajar 2015 kali ini, dimana 4 orang siswi AsSyifa menjadi salah satu panitianya yaitu: Fadhilah K, Febrini K, Asiyah M, dan Baiq Aulia.

IMG_0884 IMG_0968

Selamat Hari Pelajar Sedunia!

Selamat Hari Pelajar Sedunia!

طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (HR.Baihaqi)

Sudah seharusnya hadist  di atas menjadi landasan bagi tiap pelajar untuk menuntut ilmu . Dengan gamblang kata “wajib” tertera di sana. Maka sudah seharusnya kita menuntut ilmu bukan karena UN dan hal-hal mengerikan lainnya, bukan? https://ukessaywriter.net https://ukessaywriter.net https://ukessaywriter.net Allah. Kita harusnya kembali pada Yang Maha Indah.

Yakin, di sekolah, kita juga seringkali diberi pengarahan agar kita kembali meluruskan niat, sebab itu di posting kali ini lebih kepada menyadarkan kita bahwa

“ini loh kita, seorang pelajar yang …”

Titik tersebut masing-masing dari kita barangkali punya jawaban yang berbeda, silakan menjawabnya sendiri. 😉

~~~

17 November, bagi yang rajin silakan cari di google atau ensiklopedia ada apa dengan 17 November. Bagi yang mempunyai banyak pekerjaan hingga tidak punya kesempatan, lihat saja judul post ini 🙂

Yap! Hari Pelajar Sedunia.

Selamat Hari Pelajar Sedunia!

Nah, berkaitan dengan Hari Pelajar Sedunia, BEM Putri SMAIT AsSyifa Boarding School melakukan kegiatan untuk membantu program Forum OSIS Nasional  yang bertema

Sejuta Pita untuk Pendidikan Indonesia

Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dana sebesar seribu rupiah per siswa demi membantu siswa Indonesia yang memiliki keterbelakangan dalam hal pendidikan. Jadi, setiap siswa membayar seribu rupiah untuk ditukar dengan pita merah putih yang dapat digunakan sebagai bros pada jilbab mereka.

Alhamdulillah,  dari 200 lebih siswa di SMAIT AsSyifa Boarding School, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 263.000,00.

Semoga dengan kegiatan ini semakin mengingatkan posisi kita sebagai pelajar. Apa yang sudah kita lakukan sebagai pelajar? Apa yang harus kita lakukan sebagai pelajar? (lagi-lagi) barangkali dari kita punya jawaban yang berbeda-beda, silakan jawab sendiri. 🙂