Penembak di penembakan di masjid Quebec dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

Seorang pria yang melepaskan tembakan ke masjid Kota Quebec, menewaskan enam orang pada tahun 2019, telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan kemungkinan pembebasan bersyarat setelah 40 tahun.

Sebanyak enam orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada, pada Minggu (29/01) malam waktu setempat.

Jumlah korban ini dipastikan kepolisian setelah aksi penembakan diredam dan dua orang ditahan.

Alexandre Bissonnette, 29, mengaku bersalah tahun lalu atas enam tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan enam tuduhan percobaan pembunuhan sehubungan dengan serangan 2017 di Quebec Islamic Cultural Centre.

Saksi mata mengatakan Bissonnette menyerbu masjid selama sholat isya pada hari Minggu dan mulai menembak tanpa pandang bulu ke kerumunan pria, wanita dan anak-anak.

“Kejahatannya (Bissonnette) benar-benar dimotivasi oleh ras, dan kebencian mendalam terhadap imigran Muslim,” kata Huot, menurut mitra CNN CBC.

Kepolisian menyebut peristiwa itu sebagai ‘serangan teroris’ yang terjadi manakala jemaah masjid melaksanakan shalat Isya

Senada dengan kepolisian, Perdana Menteri Justin Trudeau juga menyebut insiden tersebut sebagai “serangan teroris”.

“Kami mengecam serangan teroris terhadap umat Muslim di tempat ibadah dan perlindungan. Selagi aparat masih menyelidiki dan rincian kejadian bakal dikonfirmasi, menyakitkan hati melihat kekerasan tak bernurani ini. Keberagaman adalah kekuatan kami dan toleransi keagamaan adalah nilai yang kami, orang Kanada, pegang teguh,” ujar Trudeau.

Mohamed Yangui, selaku kepala masjid, mengatakan tidak tahu berapa orang yang cedera akibat insiden itu. Yangui sendiri tidak berada di masjid ketika penembakan berlangsung.

Penembakan itu terjadi di sebuah masjid di chemin Sainte-Foy, salah satu dari dua masjid yang dikelola Pusat Kebudayaan Islam di Quebec.

Masjid tempat insiden berlangsung pernah menerima kepala babi yang dibungkus kertas kado di pintu masuk, pada Juni 2016 lalu. Sebuah tulisan dalam bungkusan itu berbunyi ‘bonne appetit’ atau ‘selamat makan’.