Oleh : Ustadzah. Thika Krisnovitha, S.TP.
Guru Bahasa Inggris SMAIT As-Syifa Boarding School
“Kurang vocab!”
Yes, itulah komentar singkat para murid ketika ditantang untuk berbicara dalam Bahasa Inggris pada jadwal Language Day.
Salah satu program yang ada di As-Syifa Boarding School adalah Language Day, sebuah program pembiasaan berbahasa yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Kegiatan ini berlangsung sejak murid pulang sekolah pukul 14.30 hingga pukul 20.00, setelah salat Isya.
Bagi sebagian murid, berbicara dalam Bahasa Inggris secara spontan bukanlah hal yang mudah. Salah satu tantangan yang paling sering dirasakan adalah keterbatasan vocabulary atau kosakata.
Padahal, learning new vocabulary is an important part of learning English. Semakin banyak kosakata yang dikuasai, semakin mudah seseorang membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dalam Bahasa Inggris. Kosakata yang kuat juga membantu murid menyampaikan gagasan serta memahami orang lain dan berbagai budaya.
Namun, mempelajari vocabulary bukan sekadar menghafalkan daftar panjang kata, lalu selesai. Penguasaan kosakata merupakan sebuah proses yang bertahap. Murid perlu bertemu dengan kata-kata baru secara berulang, memahami penggunaannya dalam konteks, dan mempraktikkannya dalam komunikasi nyata.
Atas dasar itulah, As-Syifa Boarding School menerapkan berbagai program bahasa, khususnya Bahasa Inggris. Tujuannya bukan sekadar membuat murid menghafal kosakata, tetapi memberikan paparan atau exposure yang berulang, beragam, dan kontekstual agar Bahasa Inggris semakin familiar dalam keseharian mereka.
Berbagai program tersebut antara lain labeling, Language Day, announcement, Dare to Speak sebagai kompetisi tahunan, Break the Day melalui apel Bahasa, Language Café dalam bentuk market day, Language Camp, Language Ambassador, Language Group, dan berbagai kegiatan lainnya.
The more programs, the more exposure.
Semakin banyak kesempatan yang diberikan untuk mendengar, membaca, mengucapkan, dan menggunakan Bahasa Inggris, semakin familiar pula bahasa tersebut bagi murid.
Bukankah ketika masih kecil kita dapat menguasai bahasa ibu karena kita terus-menerus mendengarnya dari orang-orang di sekitar kita? Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, atau bahasa lainnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena kita terbiasa mendengar dan menggunakannya.
Begitu pula dengan Bahasa Inggris. Semakin sering murid mendengar, membaca, melafalkan, dan menggunakan Bahasa Inggris, semakin besar peluang mereka untuk menguasainya secara alami.
Selain memberikan exposure yang cukup, strategi lain yang diterapkan di As-Syifa Boarding School adalah menghadirkan tema-tema yang dekat dengan kehidupan murid.
Hal-hal yang mereka alami, sukai, dan familiar akan membuat mereka lebih percaya diri untuk menggunakan Bahasa Inggris.
Contohnya dapat dilihat ketika guru Bahasa Inggris memasuki materi recount text. Murid kemudian diminta menceritakan pengalaman terbaik atau best experience yang pernah mereka alami.
Menariknya, mereka memiliki cerita yang beragam. Ada yang memilih pengalaman menyenangkan, menyedihkan, menegangkan, bahkan ada pula yang memilih pengalaman yang menakutkan.
Mereka kemudian berlomba-lomba mencari tahu kata, frasa, dan kalimat yang tepat untuk menyusun pengalaman tersebut menjadi sebuah cerita. Mereka ingin ceritanya dapat dipahami dan didengar oleh teman-temannya.
Tanpa mereka sadari, proses tersebut membuat mereka belajar banyak hal.
Mereka menemukan kosakata baru, memahami frasa baru, belajar menyusun kalimat, kemudian menggabungkannya menjadi paragraf hingga akhirnya menghasilkan sebuah cerita utuh dalam Bahasa Inggris.
Sesuatu yang sebelumnya terasa sulit karena “kurang vocabulary”, perlahan menjadi lebih mudah ketika mereka memiliki alasan untuk menggunakan vocabulary tersebut.
Di sinilah proses belajar menjadi lebih bermakna. Murid tidak sekadar menghafalkan kata karena diminta guru, tetapi mencari dan menggunakan kata karena mereka membutuhkannya untuk menyampaikan sesuatu yang ingin mereka ceritakan.
Pada akhirnya, kemampuan berbahasa tidak dibangun dalam satu atau dua pertemuan. Ia tumbuh melalui proses yang konsisten.
Hear it. Read it. Say it. Use it. Repeat it.
Semakin sering murid mendapatkan kesempatan untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai situasi, semakin terbiasa mereka dengan bahasa tersebut. Dari kebiasaan akan tumbuh keberanian, dari keberanian muncul kepercayaan diri, dan dari kepercayaan diri lahir kemampuan untuk berkomunikasi.
Karena itu, Language Day dan berbagai program bahasa di As-Syifa Boarding School bukan sekadar kegiatan tambahan. Program-program tersebut menjadi bagian dari proses menciptakan lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi murid untuk terus berinteraksi dengan Bahasa Inggris.
Sebab, terkadang murid bukan tidak mampu berbahasa Inggris. Mereka hanya membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk terpapar, mencoba, melakukan kesalahan, dan mencoba kembali.
The more exposure, the more familiar.
The more familiar, the more confident.
And the more we practice, the more we get.
Inilah salah satu cara As-Syifa Boarding School menumbuhkan kemampuan Bahasa Inggris: memberikan lebih banyak exposure, menghadirkan konteks yang dekat dengan murid, dan memberi mereka ruang untuk berani menggunakan bahasa tersebut.
Leave a Comment