Malam Bina Iman dan Taqwa [Putra]

“Persiapkan diri kalian, jam 5 kita berangkat ke PTPN, kita Mabit!”

Begitulah kurang lebih pengumuman dari Ust.Tovik selaku PJ. Halaqoh SMAIT As-Syifa Boarding School Subang untuk para mujahid muda yang akan melaksanakan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) pada malam minggu kemarin, 6 Juni 2015.

kami meluncur ke lokasi menggunakan truk yang mana 1 truk berisi 1 angkatan, mengingat jarak yang tidak begitu jauh dari kampus peradaban,kami hanya sebentar menikmati perjalanan menuju ke lokasi, https://buypresentation.com https://buypresentation.com https://buypresentation.com meski hanya sebentar, keceriaan dan ukhuwah sangat tereasa saat perjalanan menuju ke PTPN. Sesampainya dilokasi kami langsung menyantap nasi bungkus yang berisi ayam goreng yangmana sudah disediakan oleh panitia,lalu disusul oleh makanan ringan yang menemani obrolan santai kami di senja itu.

Kumandang adzan maghrib pun tiba dan kami pun bersegera untuk memenuhi panggilan Allah, tak dapat dipungkiri bahwa masjid yang tidak besar itu harus menampung jamaah sebanyak kurang lebih 140 orang, hawa panas dan sesak langsung terasa setelah shaf dirapatkan, namun hal ini bukanlah suatu halangan bagi kami untuk melaksanakan shalat. Dilanjut rangkaian acara selanjutnya yaitu khataman al-quran yang dilaksanakan per-kelas, teknis dari khataman ini adalah 1 orang membaca 1- juz, mengingat 1 kelas itu terdiri dari hampir dari 30 orang jadi lengkap sudah 30 juz al-quran yang dibaca saat itu, sampai adzan isya dikumandangkan ternyata tidak semuanya selesai membaca,oleh karenanya tilawah dilanjutkan setelah taujih yang disampaikan oleh Ust. Teguh yang berjudul “Fiqih Puasa”

Keesokan harinya kami melaksanakan tahajud berjamaah dan bermuhasabah diri yang di bimbing oleh Ust. Ihsanmudin, setelah itu kami melakukan oprasi semut dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal, mengingat truk yang mengangkut kami sedang menjemput siswi yang juga mabit pada hari itu, maka sebagian dari kami memutuskan untuk berjalan pulang ke As-Syifa, namun ternyata “man shabara zhafira” barangsiapa bersabar pasti beruntung! Truk yang kami naiki akhirnya dating menjemput kami, akhirnya kami pun meluncur kembali ke bumi As-Syifa Boarding School.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *